Pada tanggal 16 Juli 2014 untuk pertama kali nya kami merasakan dahsyatnya terjangan typhoon di Filipina. Masyarakat lokal menyebut typhoon ini dengan sebutan typhoon Glenda. Namun secara internasional typhoon ini lebih dikenal dengan nama typhoon Rammasun. Konon katanya Rammasun ini berasal dari bahasa Thailand yang artinya Thunder God. Nah loh... dewa nya petir ini hehe...
Showing posts with label share pengalaman. Show all posts
Showing posts with label share pengalaman. Show all posts
Tuesday, 5 August 2014
Sunday, 8 June 2014
Manila Pada Pandangan Pertama
Sudah tepat satu bulan kami menetap di Manila. Sejujurnya, belum banyak yang bisa kami ceritakan tentang kota ini. Tapi tidak ada salahnya kan jika 'melihat' manila secara sekilas dari pandangan kami yang masih newbie ini hehehe....
Biasanya pertanyaan yang sering ditanyakan oleh keluarga ataupun teman kami adalah "seperti apa sih Manila?, panas gak di Manila?, Bersih gak di Manila?, aman gak di Manila?". Meskipun kami belum tahu terlalu banyak mengenai seluk beluk Manila, namun sedikit banyak kami bisa bercerita tentang apa yang kami rasakan selama kami tinggal di Manila.
Bahasa Sehari-hari di Manila Philippines
"Ngomong nya pakai bahasa apa sih orang di Manila?" Salah satu pertanyaan yang sangat seriiiiiing sekali ditanyakan pada kami hehehe.... Meskipun kami belum lama di Filipina, tapi untuk pertanyaan yang satu ini, kami bisa menerangkan jawabannya dengan cukup baik. Yaaa..secara sehari-hari kami selalu berkomunikasi dengan orang-orang Filipina di sekitar kami. Kali ini saya akan coba untuk menjelaskan seluk beluk berkomunikasi dengan orang Filipina sesuai dengan pengalaman kami pribadi...
Secara umum, bahasa yang di gunakan masyarakat Filipina, di Manila khususnya, adalah bahasa Tagalog dan bahasa Inggris. Sesama orang Filipina mereka tentunya menggunakan bahasa Tagalog. Tetapi bukan berarti mereka tidak bisa bahasa Inggris. Hampir semua orang dari berbagai kalangan di Filipina bisa berbahasa Inggris. Bahkan untuk kalangan pekerja ataupun masyarakat menengah ke atas, sesama warga Filipina pun terkadang mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Jadi jika anda berniat untuk berkunjung ke Manila dan tidak bisa berbahasa Tagalog, maka anda tidak perlu khawatir. Karena mulai dari supir taksi, pelayan resto, supir bis, hingga tukang parkir semuanya bisa berbahasa Inggris.
Saturday, 31 May 2014
Pengalaman Pertama ke KBRI di Manila
Tidak terasa sudah tepat 1 bulan kami menetap di Filipina. Ada satu hal yang kami tunda-tunda untuk dilakukan, yaitu melaporkan kedatangan kami ke Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina. Akhirnya kemarin kami datang juga ke kedutaan untuk melaporkan diri. Bagi kami, melaporkan kedatangan kami ketika sedang berada di negara lain sangatlah penting karena beberapa alasan. Diantaranya adalah jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, maka kami akan mendapatkan bantuan dari pihak kedutaan serta untuk menjalin silaturahmi terhadap sesama WNI.
Filipina merupakan negara kedua yang akan menjadi rumah kami, selain Indonesia, untuk sementara waktu. Maka mau tidak mau kami pun selalu membanding-bandingkan berbagai hal antara di Filipina dengan di Afrika Selatan (tempat kami tinggal sebelumnya). Begitu pun ketika kami datang ke kedutaan RI di Manila, Filipina. Mau tidak mau, sadar tidak sadar, kami membandingkan dengan kedutaan RI di Afrika Selatan. Dan sejujurnya, pelayanannya agak diluar harapan kami hehe...
Thursday, 22 May 2014
Pengurusan Visa South Africa
Kali ini saya akan posting informasi yang saya ketahui tentang cara apply visa ke Afrika Selatan. Sebagai informasi, Afrika Selatan bukanlah negara bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Dengan kata lain, jika kita akan berkunjung ke Afrika Selatan, maka apply visa adalah suatu kewajiban. Tidak semua informasi tentang visa saya ketahui tentunya, tapi saya hanya akan berbagi info berdasarkan pengalaman saya saja.
Moved to Philippines
Yups.... disinilah kami sekarang...Filipina..!!!
Banyak orang yang bertanya, is it for good? Not sure, tapi yang pasti, untuk rentang waktu beberapa tahun ke depan negara ini akan menjadi rumah kami.
That's why selama beberapa bulan ini saya 'puasa' posting di blog, karena sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepindahan kami sekeluarga (*alibi dari kemalasan juga sih hehehe...).
Mengurusi segala hal yang berkaitan dengan kepindahan bukanlah hal yang mudah. Coba anda bayangkan jika anda hendak pindah rumah. Cukup ribet bukan? Apalagi jika harus pindah negara. Sangat menyita pikiran, keringat, tenaga dan juga isi dompet tentunya hahaha...
Sejujurnya, sangat berat untuk meninggalkan Afrika Selatan. Bagaimanapun juga, selama 2 tahun Afrika Selatan telah menjadi rumah kami. Kami sudah mulai beradaptasi dan mencintai Afrika Selatan. Tapi jalan hidup berkehendak lain. Mungkin ini saatnya kami 'berpetualang', mendapatkan pengalaman hidup di berbagai tempat. Semoga lain kali kami memiliki kesempatan untuk kembali ke Afrika Selatan.
Sunday, 26 January 2014
Jalan-jalan di South Africa Episode 3 : Nizamiye Turkey (Masjid Turki)
Sudah lama sekali blog ini tidak saya sentuh. Maklum, yang namanya semangat untuk nge blog ini memang naik turun. Kalau lagi semangat, bisa membuat 2 postingan dalam sehari. Tapi kalau lagi hilang selera, beberapa bulan bisa tak tersentuh hehehe...
Dalam postingan kali ini, saya mau membahas mengenai tempat yang cukup sering kami kunjungi saat akhir pekan, yaitu Nizamiye Turkey atau biasa kami sebut masjid Turki. Mesjid ini tentunya merupakan salah satu tempat ibadah umat muslim di Afrika Selatan, khususnya yang berada di daerah Midrand, Johannesburg. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga banyak dikunjungi oleh turis non muslim yang ingin menambah wawasan mengenai negara Turki, terutama mengenai Islam di Turki.
![]() |
| Nizamiye Turkey |
Saturday, 14 December 2013
RIP Mandela
Nelson Mandela, tokoh iconic dari Afrika Selatan telah wafat pada tanggal 6 Desember 2013 lalu. Duka mendalam sangat terasa kami rasakan disini. Bendera setengah tiang di kibarkan di berbagai bangunan perkantoran. Dan bahkan di berbagai sudut pertokoan pun, masyarakat turut berduka dengan menyalakan lilin kecil dengan background foto Mandela di belakangnya hingga hari pemakamannya nanti yaitu tanggal 15 Desember 2013. Bahkan dalam rangka berduka atas kematian pahlawan anti apartheid ini, muncul satu channel baru di tv yang selama 24 jam menyiarkan berbagai dokumentasi yang berkaitan dengan Mandela.
Living in South Africa part 7 : Hidup Sebagai Muslim di Afrika Selatan
Salah satu hal yang menjadi fokus pemikiran kami ketika kami akan pindah ke Afrika Selatan adalah masalah agama. Berdasarkan informasi yang kami ketahui, Afrika Selatan merupakan negara yang di dominasi oleh penduduk yang beragama Kristen, dan populasi masyarakat muslim hanya 1,5% saja dari keseluruhan populasi di Afrika Selatan. Bukannya kami mendiskriminasi kan agama, tetapi bagaimanapun juga kami memiliki kekhawatiran sendiri ketika harus berdomisili di daerah yang mana kami akan menjadi bagian dari minoritas. Jujur saja, malahan kami yang merasa takut di perlakukan diskriminatif oleh orang-orang di sekitar kami nanti.
Tuesday, 3 December 2013
Living in South Africa part 6 : Serba-serbi tinggal di Afrika Selatan
Sesuai dengan judulnya, postingan kali ini saya akan menceritakan berbagai hal yang saya rasakan dan saya alami selama tinggal di Afrika Selatan. Sebagian penting, sebagian lagi gak penting-penting amat, tapi cukup menarik untuk diceritakan hehehe... Anda boleh tertawa ketika membacanya, namun bagaimanapun juga yang saya tuliskan kali ini adalah kenyataan. IT'S NO JOKE!! Beda negara, beda pula budayanya :D
Friday, 29 November 2013
Kegalauan akhir tahun :(
Tidak terasa sudah hampir 2 minggu ini saya 'puasa' membuat postingan di blog. Dikarenakan belakangan ini saya sedang dilanda rasa galau bin gundah gulana hehehe... Ada 2 kegalauan yang menyerang saya. Kegalauan yang pertama penting, kegalauan yang kedua lebih penting lagi hehehe...
Saturday, 16 November 2013
Living in South Africa part 5 : Produk Indonesia yang beredar di Afrika Selatan
Ketika kami pertama kali memutuskan akan pindah ke Afrika Selatan, saya khususnya, bisa dikatakan 'sibuk' mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa. Barang-barang yang saya maksud adalah barang-barang keperluan sehari-hari. Dalam pikiran saya, belum tentu nanti di Afrika Selatan barang-barang yang kami butuhkan ada semua. Kalau pun ada, mungkin merk nya tidak akan sama, sehingga kami harus mencoba-coba lagi produk-produk mana saja yang cocok kami gunakan. Untuk lebih jelasnya, barang-barang tersebut adalah keperluan pribadi seperti deodorant, sabun, shampoo, hingga bumbu-bumbu dapur seperti kemiri, ketumbar , terasi, bumbu-bumbu masakan praktis hingga mie instant tentunya. Maklum, kami masih ndeso, belum pernah tinggal di luar negeri sebelum nya hehehe.... :p
Ternyata setelah kami disini, kami baru sadar bahwa produk-produk yang kami gunakan sehari-hari selama di Indonesia merupakan produk global yang juga tersedia di Afrika Selatan. Hanya saja sebagian produk-produk tersebut di beri nama yang berbeda.
![]() |
| Apakah merasa familiar dengan produk di atas? |
Friday, 15 November 2013
Jalan-jalan di South Africa Episode 2 : Union Building
Union Building ini bisa dibilang Istana Negara nya Afrika Selatan, karena di tempat inilah presiden Afrika Selatan berkerja. Union Building ini berlokasi di pusat salah satu kota yang menjadi ibu kota Afrika Selatan, yaitu Pretoria. Lho...bukannya ibu kota Afrika Selatan itu Johannesburg? Bukaaaannn.... Dulu juga saya berfikir bahwa ibu kota Afrika Selatan adalah Johannesburg. Namun faktanya, Afrika Selatan adalah negara yang memiliki tiga ibu kota. Yaitu Pretoria, Cape Town dan Bloemfontein. Kenapa bisa punya tiga ibu kota? Kalau soal itu, jujur saja, saya juga tidak tahu hehehehe.... :p
Wednesday, 13 November 2013
Living in South Africa Part 4 : Rasis?
Postingan ini saya tulis bisa jadi karena kekesalan saya hari ini. Karena satu hal, saya merasa kesal dan akhirnya timbul lah pikiran rasis dari kepala saya.
Dari dulu saya paling tidak suka jika ada orang yang rasis, tapi kali ini saya sadar...bahwa diri saya sendiri termasuk rasis hehehe.... :p
Apa saya menjadi rasis karena tinggal di Afrika Selatan? Hmmm... bisa ya, bisa juga tidak. Kayanya waktu di Indonesia juga cukup sering deh mendengar orang yang sedang jengkel akhirnya mengatakan "dasar batak lo" atau "emang orang jawa suka gitu" dan lain sebagainya. Secara tidak kita sadari, yang kita lakukan tersebut sudah termasuk kategori rasis loh.... Sebenernya apa sih rasis itu? Apa di Afrika Selatan masih banyak yang rasis? Untuk tau jawabannya, yuk kita simak bareng-bareng..
Living in South Africa part 3 : Living Cost di South Africa
Setelah sebelumnya saya posting tentang jalan-jalan ke Cape Town, kali ini saya akan kembali ke postingan mengenai pengalaman hidup di Afrika Selatan. Tadinya saya mau fokus dulu membahas area wisata di Afrika Selatan ini, tapi ternyata ada request juga buat bahasan mengenai biaya hidup di Afrika Selatan.
Ceritanya pada hari ini salah satu teman suami saya mendapatkan tawaran kerja di Johannesburg. Untuk mendapatkan info mengenai biaya hidup di Afrika Selatan ini beliau sepertinya gugling-gugling. Akhirnya beliau ini bilang pada suami saya bahwa dia secara tidak sengaja menemukan blog saya hehehehe.... Lalu suami saya pun request pada saya untuk membuat postingan mengenai biaya hidup, agar kedepannya jika ada orang Indonesia yang mendapatkan tawaran kerja di Afrika Selatan, bisa mendapatkan info mengenai biaya hidup di Afrika Selatan dari blog saya ini. Baiklah... kalau begitu saya pun akan mempending postingan jalan-jalan berikutnya, dan membuat postingan mengenai biaya hidup di Afrika Selatan terlebih dahulu.
Bicara mengenai biaya hidup di Afrika Selatan, tentunya jumlah yang dibutuhkan sangatlah relatif. Tergantung dari gaya hidup masing-masing juga. Saya tidak bisa mengatakan berapa tepatnya jumlah yang dibutuhkan oleh keluarga kami dalam sebulan, karena tergantung kebutuhan juga hehehe...Tapi pada postingan ini, saya akan memberikan gambaran secara garis besar mengenai biaya yang dikeluarkan setiap bulan dan harga-harga beberapa jenis kebutuhan.
Tuesday, 12 November 2013
Jalan-jalan di South Africa Episode 1 : Cape Town part 6
Hari terakhir di Cape Town.... :D :D :D
Hari terakhir, tapi bukan berarti kita langsung ke airport loh yaaa.... Justru kita masih semangat nih buat jalan-jalan ama hunting foto lagi hehehe.... Sedih juga sih, karena masih banyak tempat yang katanya bagus banget, tapi belum kita datengin. Seperti biasa...lagi-lagi saya berdoa mudah-mudahan kami sekeluarga di beri kesempatan lagi untuk berlibur di kota super indah ini :)
Di hari terakhir ini, kami menuju daerah yang agak ke barat, yaitu Hout Bay dan the famous Chapmans Peak. Yuk lihat perjalanan kami di hari terakhir ini ;)
Sunday, 10 November 2013
Jalan-jalan di South Africa Episode 1 : Cape Town part 5
Hari ke empat... Semangat banget nih jalan-jalan di Cape Town hari berikutnya. Kita makin hari makin semangat, soalnya hari-hari kemarin sangat memuaskaaaann... Jadi kita selalu gak sabar buat the next trip :D
Di hari yang ke tiga ini, kita rencananya mau jalan ke tempat yang agak jauh lagi dari pusat kota Cape Town. Kenapa pilih tempat yang jauh-jauh? Soalnya kita pengen semua tempat yang bagus ke kelilingin, maklum gak mau rugi :p
Sebagai rangkumannya, hari ke empat ini kita jalan-jalan ke Stellenbosch dan juga ke Boulders Beach. Ada apa aja di sana? Saya ceritakan satu-persatu yah perjalanannya... Enjoy...:D
![]() |
| "aku, dirimu dan dirinya" hahahaha.... |
Tuesday, 5 November 2013
Filosofi adonan roti
Gaya banget yah, adonan roti aja ada filosofi hidup nya hahahaha... Percaya gak percaya, saya pribadi menemukan filosofi hidup ketika membuat roti. Karena filosofi inilah saya betah berlama-lama membuat roti :D
Jujur, sebenarnya saya tidak begitu suka memasak. Tapi berhubung saya tinggal di Afrika Selatan, makanan jadi yang bisa kami konsumsi (yang halal) sangatlah terbatas. Awal-awal saya tinggal di Afrika Selatan, saya 'menderita'. Karena mau beli makanan sulit, memasak pun tidak bisa hahahaha... Bisa dibayangkan kan bagaimana menderita nya saya? Secara hobi utama saya adalah makan hahaha... Tapi kemudian saya menyadari, bahwa ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk belajar. Kalau semua serba mudah, seperti di Indonesia, entah tahun kapan pula saya akan mulai belajar?! Setidaknya, selama saya tinggal di Afrika Selatan, saya ingin punya tambahan satu skill. Untuk apa? Lah...punya ilmu kan gak pernah bikin rugi. Hitung-hitung nambah pahala plus menyenangkan anak dan suami :)
Mulailah saya mencoba belajar memasak aneka masakan. Tentunya awal mula gagal. Selalu gagal malahan hahaha.... Tapi suami saya sangat mendukung saya. Meskipun saya banyak berbelanja bahan makanan yang akhirnya tidak bisa di makan juga, suami selalu menyemangati saya.
Dari mencoba-coba membuat macam-macam masakan, makanan yang paling lama di buat nya ya aneka roti. Karena kita harus menunggu adonan untuk mengembang dengan sempurna.
Yang akan saya ceritakan ini pasti dialami pula oleh semua orang yang pernah membuat adonan roti. Berikut akan saya ceritakan step-step membuat adonan roti secara umum, beserta filosofi hidup nya.
Monday, 4 November 2013
Jalan-jalan di South Africa Episode 1 : Cape Town part 4
Hari ke tiga...Hari yang puncak menurut kita. Soalnya hari ini kita mau ke icon nya Cape Town. Apalagi kalo bukan Table Mountain. Soooooo excited... :D :D :D :D Hampir di semua tukang pernak-pernik oleh-oleh, ya itu gantungan kunci, piring, gelas, magnet, semuanya pasti ada bentuk Table Mountain. Jadi gak berlebihan kalo saya bilang, belum ke Cape Town kalau belum ke Table Mountain hihihi...
Thursday, 31 October 2013
Jalan-jalan di South Africa Episode 1 : Cape Town part 3
Hari ke dua di Cape Town kita rencananya mau ke tempat yang agak jauh, yaitu Hermanus dan Agulhas. Salahnya kita adalah, pas bangun pagi, sebelum sarapan kita malah langsung jalan-jalan dulu ke pantai. Foto-foto dulu, jalan agak jauh, pulangnya baru mandi, baru deh turun lagi buat sarapan. Eeehh...pas sadar taunya kita dah kesiangan. Dah jam 11 siang. Waahh...gimana nih? Yaudah deh kita tetep aja jalan. Liat nanti keburu apa gak nya. So.. ini lah perjalanan kita di hari ke dua.
Subscribe to:
Posts (Atom)






