Nelson Mandela, tokoh iconic dari Afrika Selatan telah wafat pada tanggal 6 Desember 2013 lalu. Duka mendalam sangat terasa kami rasakan disini. Bendera setengah tiang di kibarkan di berbagai bangunan perkantoran. Dan bahkan di berbagai sudut pertokoan pun, masyarakat turut berduka dengan menyalakan lilin kecil dengan background foto Mandela di belakangnya hingga hari pemakamannya nanti yaitu tanggal 15 Desember 2013. Bahkan dalam rangka berduka atas kematian pahlawan anti apartheid ini, muncul satu channel baru di tv yang selama 24 jam menyiarkan berbagai dokumentasi yang berkaitan dengan Mandela.
Showing posts with label living in south africa. Show all posts
Showing posts with label living in south africa. Show all posts
Saturday, 14 December 2013
Living in South Africa part 7 : Hidup Sebagai Muslim di Afrika Selatan
Salah satu hal yang menjadi fokus pemikiran kami ketika kami akan pindah ke Afrika Selatan adalah masalah agama. Berdasarkan informasi yang kami ketahui, Afrika Selatan merupakan negara yang di dominasi oleh penduduk yang beragama Kristen, dan populasi masyarakat muslim hanya 1,5% saja dari keseluruhan populasi di Afrika Selatan. Bukannya kami mendiskriminasi kan agama, tetapi bagaimanapun juga kami memiliki kekhawatiran sendiri ketika harus berdomisili di daerah yang mana kami akan menjadi bagian dari minoritas. Jujur saja, malahan kami yang merasa takut di perlakukan diskriminatif oleh orang-orang di sekitar kami nanti.
Tuesday, 3 December 2013
Living in South Africa part 6 : Serba-serbi tinggal di Afrika Selatan
Sesuai dengan judulnya, postingan kali ini saya akan menceritakan berbagai hal yang saya rasakan dan saya alami selama tinggal di Afrika Selatan. Sebagian penting, sebagian lagi gak penting-penting amat, tapi cukup menarik untuk diceritakan hehehe... Anda boleh tertawa ketika membacanya, namun bagaimanapun juga yang saya tuliskan kali ini adalah kenyataan. IT'S NO JOKE!! Beda negara, beda pula budayanya :D
Friday, 29 November 2013
Kegalauan akhir tahun :(
Tidak terasa sudah hampir 2 minggu ini saya 'puasa' membuat postingan di blog. Dikarenakan belakangan ini saya sedang dilanda rasa galau bin gundah gulana hehehe... Ada 2 kegalauan yang menyerang saya. Kegalauan yang pertama penting, kegalauan yang kedua lebih penting lagi hehehe...
Saturday, 16 November 2013
Living in South Africa part 5 : Produk Indonesia yang beredar di Afrika Selatan
Ketika kami pertama kali memutuskan akan pindah ke Afrika Selatan, saya khususnya, bisa dikatakan 'sibuk' mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa. Barang-barang yang saya maksud adalah barang-barang keperluan sehari-hari. Dalam pikiran saya, belum tentu nanti di Afrika Selatan barang-barang yang kami butuhkan ada semua. Kalau pun ada, mungkin merk nya tidak akan sama, sehingga kami harus mencoba-coba lagi produk-produk mana saja yang cocok kami gunakan. Untuk lebih jelasnya, barang-barang tersebut adalah keperluan pribadi seperti deodorant, sabun, shampoo, hingga bumbu-bumbu dapur seperti kemiri, ketumbar , terasi, bumbu-bumbu masakan praktis hingga mie instant tentunya. Maklum, kami masih ndeso, belum pernah tinggal di luar negeri sebelum nya hehehe.... :p
Ternyata setelah kami disini, kami baru sadar bahwa produk-produk yang kami gunakan sehari-hari selama di Indonesia merupakan produk global yang juga tersedia di Afrika Selatan. Hanya saja sebagian produk-produk tersebut di beri nama yang berbeda.
![]() |
| Apakah merasa familiar dengan produk di atas? |
Wednesday, 13 November 2013
Living in South Africa Part 4 : Rasis?
Postingan ini saya tulis bisa jadi karena kekesalan saya hari ini. Karena satu hal, saya merasa kesal dan akhirnya timbul lah pikiran rasis dari kepala saya.
Dari dulu saya paling tidak suka jika ada orang yang rasis, tapi kali ini saya sadar...bahwa diri saya sendiri termasuk rasis hehehe.... :p
Apa saya menjadi rasis karena tinggal di Afrika Selatan? Hmmm... bisa ya, bisa juga tidak. Kayanya waktu di Indonesia juga cukup sering deh mendengar orang yang sedang jengkel akhirnya mengatakan "dasar batak lo" atau "emang orang jawa suka gitu" dan lain sebagainya. Secara tidak kita sadari, yang kita lakukan tersebut sudah termasuk kategori rasis loh.... Sebenernya apa sih rasis itu? Apa di Afrika Selatan masih banyak yang rasis? Untuk tau jawabannya, yuk kita simak bareng-bareng..
Living in South Africa part 3 : Living Cost di South Africa
Setelah sebelumnya saya posting tentang jalan-jalan ke Cape Town, kali ini saya akan kembali ke postingan mengenai pengalaman hidup di Afrika Selatan. Tadinya saya mau fokus dulu membahas area wisata di Afrika Selatan ini, tapi ternyata ada request juga buat bahasan mengenai biaya hidup di Afrika Selatan.
Ceritanya pada hari ini salah satu teman suami saya mendapatkan tawaran kerja di Johannesburg. Untuk mendapatkan info mengenai biaya hidup di Afrika Selatan ini beliau sepertinya gugling-gugling. Akhirnya beliau ini bilang pada suami saya bahwa dia secara tidak sengaja menemukan blog saya hehehehe.... Lalu suami saya pun request pada saya untuk membuat postingan mengenai biaya hidup, agar kedepannya jika ada orang Indonesia yang mendapatkan tawaran kerja di Afrika Selatan, bisa mendapatkan info mengenai biaya hidup di Afrika Selatan dari blog saya ini. Baiklah... kalau begitu saya pun akan mempending postingan jalan-jalan berikutnya, dan membuat postingan mengenai biaya hidup di Afrika Selatan terlebih dahulu.
Bicara mengenai biaya hidup di Afrika Selatan, tentunya jumlah yang dibutuhkan sangatlah relatif. Tergantung dari gaya hidup masing-masing juga. Saya tidak bisa mengatakan berapa tepatnya jumlah yang dibutuhkan oleh keluarga kami dalam sebulan, karena tergantung kebutuhan juga hehehe...Tapi pada postingan ini, saya akan memberikan gambaran secara garis besar mengenai biaya yang dikeluarkan setiap bulan dan harga-harga beberapa jenis kebutuhan.
Friday, 18 October 2013
Living in South Africa part 2 : kriminalitas di South Africa
Mumpung semangat nulis masih ada, sebaiknya langsung saja dilanjutkan hingga part 2 hihihi....
"Afrika Selatan? Katanya gak aman yah?". Kalimat yang sudah amat sangat sering sekali saya dengar. Sejujurnya sih, waktu pertama kali tahu suami dapat kerjaan di Afrika Selatan, hal ini juga jadi pertimbangan utama kami apakah tawaran pekerjaan tersebut akan diambil ataukah tidak. Ketika itu kami langsung gugling, dan hasilnya memang sangat mengerikan. Singkat kata, bayangan kami Afrika Selatan adalah negara yang sangat berbahaya, semuanya orang hitam, banyak kejadian bajak-membajak, dan intinya sepertinya gila jika kami tetap memutuskan pergi ke Afrika Selatan. Bahkan ketika saya mengajukan resign, bos saya mengatakan "yakin kamu mau ke Afrika Selatan? Bahaya loh negara itu" hehehe... Dan sepertinya kami memang gila. Karena disinilah kami sekarang hehehehe... Berikut ini saya akan sedikit menceritakan beberapa kejadian yang berkaitan dengan tindakan kriminal di Afrika Selatan. Namun hanya hal-hal yang saya ketahui dengan pasti saja. Mudah-mudahan postingan ini bisa membantu agar orang lain tidak terjebak dengan kriminalitas dan juga tidak menghakimi bahwa Afrika Selatan adalah pusatnya kriminal.
Thursday, 17 October 2013
Living in South Africa Part 1 Iklim dan cuaca
Sejujurnya, negara Afrika Selatan bukanlah salah satu tujuan wisata favorit bagi orang Indonesia. Bahkan masih banyak orang Indonesia yang belum tau seperti apa sebenarnya negara Afrika Selatan ini. Sering kali ketika ada orang bertanya "sekarang tinggal dimana?" dan saya jawab "Afrika Selatan", kebanyakan orang akan merespon "ngapain ke afrika?", "Afrika yang padang pasir?", "wah..di Afrika kan bahaya kriminalitasnya", bahkan sampai respon bernada rasis"hitam semua donk orangnya". Tidak bisa saya pungkiri, tapi memang belum banyak orang Indonesia yang tau seperti apa sih Afrika Selatan ini.
Saya memang belum lama tinggal di Afrika Selatan. Tepatnya sejak tanggal 12 Juni 2012 saya dan anak saya baru menginjakkan kaki di negara ini. Suami saya telah 3 bulan lebih dulu tinggal di sini. Cukup banyak WNI yang telah menetap disini hingga belasan tahun. Dibanding mereka, tentunya pengalaman saya tidak ada apa-apa nya. Namun dengan pengalaman saya yang baru 1 tahun 4 bulan ini, rasanya saya ingin juga men-share pengalaman hidup tinggal di negara yang terkenal dengan julukan Rainbow Country ini.
Semua yang saya tulis disini hanyalah pengalaman pribadi semata. Niatnya, saya ingin menuliskan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan (hehehe...kaya judul lagu aja...:p). Jika ada yang tidak setuju dengan tulisan ini, let's agree to disagree...:)
Monday, 29 July 2013
Humidifier untuk mencegah penyebaran virus
Cuaca dingin saat winter membuat daya tahan tubuh kita diuji kekuatannya oleh gempuran berbagai macam virus, terutama influenza. Apalagi ketika tubuh sedang tidak fit ditambah orang disekitar kita memang sedang ada yang terserang flu. Sangat mudah bagi kita untuk tertular. Berbekal pengalaman rajin nonton drama korea :p , akhirnya kita mencoba membeli humidifier yang banyak sekali dijual di apotek-apotek besar, terutama ketika winter datang. Niat hanya untuk melihat-lihat, namun akhirnya kita tergoda juga untuk membeli karena pajangan yang menarik dari berbagai macam merk humidifier serta banyaknya penduduk lokal yang membeli alat ini.
Friday, 22 June 2012
Laja, salam, sereh apa bahasa inggrisnya yaaa..??
Belum lama tinggal di South Africa sudah bingung soal masakan. Bukannya gak mau menyesuaikan diri, tapi kalo soal selera lidah emang sulit buat di tawar-tawar hehehe...
Niatnya sih pengen masak macem-macem masakan buat keluarga tercinta. Secara dulu aja waktu masih di Indo jarang banget masak, jadi butuh gugling-gugling lagi deh buat nyari resep makanan.
Soal gugling sih gampang laaahh...cukup 1 menit, resep yang dimaksud langsung nongol. The problem is....bumbu-bumbunya bahasa inggrisnya apa yaaa...???
Sempet hang out di supermarket yang katanya lengkap buat nyari bumbu-bumbu masakan. Tapi kalo gatau namanya gempor juga kalo harus melongin tiap macem bumbu satu persatu. Yang di dapet cuma beberapa macem doank. Ini hasil survey sendiri di supermarket:
1. Kunyit atau bahasa sundanya sih koneng --> turmeric
2. Ketumbar --> coriander
3. Seledri --> coriander leaf
4. Bawang daun --> spring onion
5. Bawang bombay --> pickle onion
Yaah hasilnya memang tidak memuaskan.....:(
Setelah sekian lama coba cari tau, akhirnya suami bilang nemu web bagus. Ternyata web ini emg berguna banget buat orang Indo yg baru jd perantauan hehehe...http://indonesiaeats.com/glossary/ di web ini ada daftar nama-nama bumbu plus bahasa inggrisnya. Bagus bgt lah buat yg mo nyoba masak di luar negeri.
Setelah nemu web ini, langsung deh punya rencana hunting bumbu lagi di supermarket. Mudah-mudahan adaaa......
Wednesday, 20 June 2012
Vaksin buat ke South Africa
Terdampar di Afrika Selatan....yaaa disinilah kita sekeluarga sekarang. Tepatnya di Pretoria, Gauteng, South Africa.
Dari dulu gw dan suami selalu berandai-andai bisa tinggal sekeluarga di luar negeri. Alasannya simple, pengen lingkungan yang jauh lebih baik buat AL (dan persepsi bahwa gaji expat yg lebih besar tentunya hahaha...). Tapi kita gak pernah nyangka sama sekali kalau Afrika Selatan akan jadi tempat pelabuhan keluarga kita hehe....
Dulu kalau coba apply-apply kerjaan buat abroad, selalu nyoba ke negara yang udah maju. Seperti Singapore yang katanya jadi kota ternyaman di dunia. Ato bahkan kita juga coba-coba apply ke negara timur tengah, dengan asumsi lokasinya lebih deket ke Mekah, jadi siapa tau kita bakal sering umroh lah setidaknya hehehe....Tapi takdir berkata lain, ternyata yang nyangkut ya di kisaran Johannesburg sini lah...
Begitu pertama kali sadar bahwa benua afrika yang mo kita datengin, yang pertama ada di pikiran adalah harus di vaksin apa aja nih? Secara di benak kita benua afrika masih benua hitam yang banyak perbudakan dan penyakit hahahaha......
Agen headhunter ngasih rekomendasi orang Indo yang udah lebih dulu menetap di Joburg (singkatan dari Johannesburg, biar gak kepanjangan. Bukan gw yg sok gaul nyingkat-nyingkat, tp orang sini emg nyebutnya Joburg hehe...) biar kita bisa ngobrol-ngobrol dulu tentang South Africa. Sebenernya sih kata dia keadaannya gak beda jauh ama Jakarta (nah lo...buat apa pindah kalo gitu?hehehe...). Gada penyakit yang menular gimana juga disini, tapi biar amannya buat yang mo ke South Africa mending coba di vaksin meningitis sama yellow fever aja dulu.
Dulu sempet nanya juga nih kalo mo vaksin meningitis sama yellow fever tuh dimana. Soalnya sempet juga nanya-nanya ke beberapa rumah sakit, dan mereka gak menyediakan kedua vaksin itu. Bahkan ada staff salah satu rumah sakit di Bandung yang dengan sotoy nya bilang kalau vaksin ini gak ada di Indonesia.
Hmmm....untungnya punya om yang kerja di Biofarma. Dan berdasarkan info, ternyata kedua vaksin ini bisa di dapetin di dinas kesehatan bandara ataupun pelabuhan (thanks to om Alam). Jadi kalau ada yang mo vaksin buat ke negara-negara tertentu coba aja dateng ke bandara-bandara, pelabuhan terdekat, terus datengin dinas kesehatannya. Nah di dinas kesehatan airport/port ini berbagai jenis vaksin biasanya lengkap tersedia.
Kalau mo di vaksin jangan lupa bawa passport sama pass photo (waktu kita sih ukurannya bebas, biasanya diminta 2 buah). Jangan lupa juga kalo mo vaksin kondisi badan harus sedang fit, dan perut jangan sedang kosong.
Info tambahan buat yang anak atau bayi nya mo di vaksin juga, mending konsul dulu dengan dokternya. Dan kalau ada beberapa vaksin yang di butuhkan, jangan di barengin. Biasanya dikasih jarak 1-2 minggu. Buat meminimalisasi efek samping dari vaksin. Jadi di vaksin lah sejak jauh-jauh hari, jangan kaya gw mepet-mepet hehehe.....
Setelah di vaksin, kita biasanya di kasih kartu kuning sama dinas kesehatannya. Di kartu itu di tulis tanggal kita di vaksin. Biar tau juga tanggal pengaruh vaksin nya. Vaksin Meningitis biasanya berlaku 10 bulan. Kalau Yellow Fever 10 tahun. Biayanya lumayan murah juga sih. Lupa harga satuannya, kalau gak salah 2 vaksin ini harganya 600 ribu an (per maret 2012 yah..).
Ok deh, sekian dulu tema tentang vaksinnya. Pengen juga sih sharing tentang persiapan lainnya. Besok-besok disambung lagi lah.
Semoga bisa memberi manfaat....:D
Subscribe to:
Posts (Atom)

